Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Jabar
  3. Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Melonjak
Jabar

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Melonjak

Thomas Thomas - beritabaru1.com Reporter Senin, 18 Mei 2026 pukul 16:34 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1779096072_356fce31c61bdc3518f5
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com
Foto : Thomas Thomas - beritabaru1.com

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Kota Sukabumi Melonjak

Beritabaru1.com – Kota Sukabumi, Jawa Barat, tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah kasus gigitan hewan penular rabies selama tiga bulan pertama tahun 2026. Dalam periode ini, terdapat 104 laporan kejadian gigitan yang berpotensi menularkan penyakit rabies. Denna Yuliavina, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini terjadi di triwulan pertama, meski belum ada konfirmasi positif rabies dari pemeriksaan yang dilakukan. Situasi ini memperlihatkan pentingnya penguatan upaya pencegahan dan penanganan lebih intensif untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dapat mematikan ini.

Respons Dinas Kesehatan Kota Sukabumi

Menurut Denna Yuliavina, jumlah kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan tahun ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Dalam lima tahun terakhir, Kota Sukabumi telah mencatat beberapa insiden serius, dan tren ini terus berlanjut. “Kasus rabies terus meningkat, terutama karena kesadaran masyarakat terhadap bahaya gigitan hewan masih kurang,” kata Denna. Pihaknya menekankan perlunya edukasi terus-menerus tentang tindakan pencegahan, seperti memastikan hewan peliharaan divaksinasi, serta mengenali gejala awal rabies untuk menangani situasi sejak dini.

Sebagai langkah antisipatif, Dinas Kesehatan telah menetapkan RSUD Al-Mulk sebagai pusat penanganan rabies yang utama. Sistem ini bertujuan memastikan setiap korban gigitan hewan mendapatkan layanan medis secara cepat dan terstandarisasi. “Kasus gigitan hewan penular rabies langsung diakses melalui RSUD Al-Mulk untuk pemantauan dan perlakuan medis,” tambah Denna. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap hewan liar dan peliharaan, termasuk pemeriksaan sumber infeksi dan kebijakan vaksinasi rutin.

Inovasi Sinar: Penanganan Rabies Berbasis Teknologi

Untuk mendukung target nasional Indonesia Bebas Rabies pada tahun 2030, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menghadirkan inovasi terbaru bernama Sistem Integrasi Penanganan Rabies (Sinar). Sinar dirancang sebagai platform digital yang menghubungkan berbagai aspek kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit ini, mulai dari pelaporan kasus, pemantauan gejala, hingga distribusi vaksin. “Kasus gigitan hewan penular rabies akan dianalisis lebih mendalam melalui sistem ini,” jelas Denna. Sinar diharapkan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mempercepat respons terhadap kejadian gigitan.

Peluncuran Sinar dijadwalkan pada pekan pertama Juni 2026, dengan target menjangkau masyarakat secara luas. Sistem ini akan mendukung pemerintah daerah dalam mengelola data secara real-time, mengidentifikasi area rentan, serta memberikan pelatihan bagi tenaga kesehatan. Dengan adanya Sinar, Denna menargetkan penurunan jumlah kasus gigitan hewan penular rabies sebesar 30% dalam dua tahun ke depan. “Kasus rabies di Sukabumi akan menjadi lebih terkontrol berkat inovasi ini,” pungkasnya.

Ekspansi Jaringan Rabies Center

Di samping RSUD Al-Mulk, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi sedang menyiapkan tiga puskesmas tambahan sebagai Rabies Center. Puskesmas Sukabumi, Cipelang, dan Baros akan menjadi bagian dari jaringan layanan yang lebih luas, memudahkan akses masyarakat terutama di daerah terpencil. “Kasus gigitan hewan penular rabies akan tersebar lebih merata karena jaringan puskesmas ini,” kata Denna. Ia menambahkan bahwa kehadiran puskesmas sebagai Rabies Center akan mengurangi beban RSUD Al-Mulk dan mempercepat waktu respons bagi pasien.

Pembukaan Rabies Center di tiga puskesmas tersebut juga dilengkapi dengan pelatihan bagi staf medis untuk mengenali tanda-tanda infeksi rabies. Dengan infrastruktur yang lebih merata, Denna berharap masyarakat dapat lebih mudah melakukan pemeriksaan dan perawatan setelah terkena gigitan hewan. “Kasus gigitan hewan penular rabies akan diminimalkan berkat pendekatan yang lebih terpadu,” tegasnya. Upaya ini adalah bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mencapai keberhasilan nasional Indonesia Bebas Rabies.

Kasus gigitan hewan penular rabies di Kota Sukabumi juga menjadi sorotan dalam acara konsultasi publik kesehatan yang diadakan bulan lalu. Dalam forum tersebut, para pakar mengingatkan bahwa rabies masih menjadi ancaman serius di Indonesia, terutama karena kurangnya vaksinasi hewan peliharaan dan munculnya hewan liar yang belum teridentifikasi. “Kasus rabies di Sukabumi menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki,” kata pakar kesehatan. Ia menyarankan peningkatan kerja sama dengan pemilik hewan dan komunitas lokal untuk mengurangi risiko infeksi.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menjadi negara dengan tingkat kematian akibat rabies yang tinggi. Dengan adanya inovasi Sinar dan ekspansi jaringan Rabies Center, Kota Sukabumi berharap dapat menjadi contoh daerah yang lebih baik dalam menghadapi masalah ini. Denna Yuliavina menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat dan memperkuat pencegahan. “Kasus gigitan hewan penular rabies tidak bisa dianggap remeh, dan kerja sama semua pihak adalah kunci keberhasilan,” pungkasnya.

Bagikan:

Berita Terkait

adc84dc7-91b3-4dd0-835a-b6ddf00407a0-0

Perda RTRW jadi Tameng bagi Pemkab Cianjur Minimalkan Alih Fungsi Lahan

2 Agu 2026
6a834519-234c-453e-9920-c65760b55ecd-0

Garut International Kite Festival Dihadiri 13 Negara, Jadi Etalase Wisata Dunia

2 Agu 2026
780e6dc0-6393-4a02-8553-9ed0f9e2a900-0

Saatnya Menikmati Makan Siang Sepuasnya All You Can Eat Terjangkau di Holiday Inn Bandung Pasteur

30 Jul 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

4372d3c4-9ffc-4612-9cf4-9cc6d2bb7600-0

John Herdman: Laga Kontra Vietnam Jadi Kesempatan Indonesia Kuasai Grup A

1 menit yang lalu
09ecef18-a0fc-45b8-aaa5-128103448861-0

Jelang Musim Panen, Lahan Sawah di Pidie Aceh Terserang Hama Wereng Cokelat

2 menit yang lalu
3823c02c-65f7-43fe-9967-898da06f0a9c-0

Pendiri Kickboxing Jadi Korban Pengeroyokan saat Coba Lerai Keributan Munas

4 menit yang lalu
dd7cfdcc-03a3-4563-865c-4ab1ceba3ecf-0

Gaya Hidup Hemat dan Ramah Lingkungan Dorong Tren Produk Isi Ulang

5 menit yang lalu
caf4fbe7-acbb-4445-87ab-a8630005201b-0

Seorang Pengendara Motor Meninggal Dunia usai Tabrak Truk Parkir di KM 24 Kutim

7 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (467)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (825)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (572)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (485)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • John Herdman: Laga Kontra Vietnam Jadi Kesempatan Indonesia Kuasai Grup A
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.