Polres Purwakarta Panen Jagung, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan
Key Strategy dalam upaya meningkatkan ketersediaan pangan nasional kembali diwujudkan oleh Polres Purwakarta, Jawa Barat, melalui kegiatan panen jagung yang berlangsung di wilayah pertanian milik warga Tanjung Garut, Kecamatan Campaka. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat kemitraan antara institusi kepolisian dan masyarakat, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam membangun ketahanan pangan sebagai bagian dari program strategis nasional. Sebagai Key Strategy utama, Polres Purwakarta terus mengoptimalkan peran dalam mendukung swasembada pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pertanian lokal.
Pengembangan Program Ketahanan Pangan
Kabag SDM Polres Purwakarta, Ajun Komisaris Randy Freshtiadie, menjelaskan bahwa kehadiran Polri di bidang pertanian adalah langkah strategis untuk memperkuat keberhasilan swasembada pangan. “Key Strategy Polri dalam meningkatkan ketersediaan pangan terwujud melalui kegiatan kolaborasi dengan masyarakat dan kelompok tani, termasuk panen jagung yang kita laksanakan hari ini,” kata Randy, Minggu (17/5). Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menekan inflasi pangan, dan memastikan keberlanjutan ketahanan pangan nasional.
Sebagai bentuk Key Strategy, Polres Purwakarta juga memberikan edukasi tentang pengelolaan lahan pertanian secara optimal. Dalam kegiatan ini, para petani diberi pembekalan mengenai teknik budidaya jagung yang modern, serta pentingnya menjaga kualitas hasil panen untuk memenuhi kebutuhan pasar. “Pertanian adalah pilar perekonomian masyarakat. Dengan Key Strategy ini, kita ingin memberdayakan petani dan menginspirasi masyarakat untuk berkontribusi dalam program ketahanan pangan,” ujar Kasi Humas Polres Purwakarta, Iptu Tini Yutini.
Kemitraan dengan Masyarakat
“Ketahanan pangan tidak bisa tercapai hanya dengan kebijakan pemerintah. Key Strategy utama adalah kolaborasi antara institusi pemerintah, seperti Polri, dan masyarakat,” kata Tini Yutini. Ia menambahkan bahwa kegiatan panen jagung ini merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan nasional. “Kemitraan dengan warga Tanjung Garut menunjukkan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan produktif yang menguntungkan masyarakat,” pungkasnya.
Kabag SDM juga menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan Polres Purwakarta selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pertanian berkelanjutan. “Key Strategy ini menjadi jembatan antara pemerintah dan warga, sehingga masyarakat bisa lebih percaya dan mengoptimalkan potensi pertanian mereka,” jelas Randy. Dalam kegiatan panen jagung, petani diberi bantuan alat pengolahan hasil panen dan pelatihan pengelolaan usaha pertanian skala kecil. Hal ini membantu mereka meningkatkan hasil produksi tanpa mengorbankan kualitas tanah atau lingkungan.
Menurut Tini Yutini, kegiatan panen jagung juga menjadi ajang promosi untuk menggairahkan generasi muda terlibat dalam sektor pertanian. “Key Strategy yang kita lakukan hari ini memberi kesan bahwa pertanian bukan hanya usaha tradisional, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah,” tambahnya. Ia menekankan bahwa program ini berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar, karena jagung yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan nasional.
Polres Purwakarta terus memperluas Key Strategy dalam bidang ketahanan pangan. Selain panen jagung, pihaknya juga berencana melibatkan masyarakat dalam kegiatan penanaman tanaman pangan lainnya, seperti kedelai dan padi. “Key Strategy ini dirancang untuk berkelanjutan, sehingga warga Purwakarta bisa mandiri dalam produksi pangan,” ungkap Tini. Dukungan dari Polri diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan mendorong partisipasi masyarakat, program ketahanan pangan menjadi lebih kuat dan tangguh terhadap ancaman krisis pangan di masa depan.
