Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung Resmi Gelar MPLS 2026/2027
Beritabaru1.com – Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menegaskan dukungannya terhadap program pendidikan nasional melalui Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas dan memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Komitmen tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna, saat menyambut kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, pada agenda open house dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tahun pelajaran 2026/2027, Rabu (5/8).
Kegiatan ini menandai dimulainya operasional penuh Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten sebagai salah satu program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Dudung, setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan terbaik tanpa terhalang kondisi ekonomi keluarga. Pemerintah pun memastikan bahwa kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi seorang anak untuk bersekolah dan meraih cita-citanya.
Fasilitas Lengkap untuk Mendukung Pembelajaran
Sekolah Rakyat hadir bukan sekadar sebagai bangunan pendidikan yang representatif, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Ini merupakan investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045," ujar Dudung. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bandung, serta penyedia jasa konstruksi yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan dalam waktu relatif singkat.
Plt Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Kuswara, melaporkan bahwa hingga 4 Agustus 2026, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Dari target awal 104 lokasi, sebanyak 96 lokasi telah berkontrak. Sebanyak 94 lokasi telah siap melaksanakan MPLS, dengan lebih dari 62 lokasi telah beroperasi dan melibatkan sekitar 21.600 siswa di seluruh Indonesia.
Khusus untuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten, sekolah berdiri di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan total luas bangunan sekitar 26.700 meter persegi. Fasilitas yang tersedia meliputi gedung sekolah, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, dapur, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, guest house, hingga sarana olahraga. "Pembangunan ini merupakan bagian dari paket pembangunan Sekolah Rakyat di Jawa Barat dengan nilai kontrak sekitar Rp260 miliar," imbuh Kuswara.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyampaikan bahwa hingga saat ini telah terdapat 56 Sekolah Rakyat permanen yang memulai MPLS dan secara bertahap akan bertambah hingga 93 sekolah permanen beroperasi pada tahun ini. Robben mengungkapkan bahwa ribuan siswa telah mengikuti proses pembelajaran, meskipun masih terdapat tantangan, di antaranya keterbatasan akses transportasi bagi sebagian peserta didik dan kebutuhan tenaga pendidik.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan program pendidikan di Jawa Barat, pembaca dapat mengunjungi [berita terbaru dari Media Indonesia](https://mediaindonesia.com/jabar/berita/918680/sekolah-rakyat-terintegrasi-4-kabupaten-bandung-gelar-mpls).
"Kolaborasi antara kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci sehingga pembangunan ini dapat selesai sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat," – Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten
1. Kapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten mulai beroperasi? Sekolah ini resmi memulai operasionalnya pada tahun pelajaran 2026/2027 dengan kegiatan MPLS yang dimulai pada 5 Agustus 2026.
2. Berapa jumlah siswa yang akan diterima? Sekolah ini menampung siswa dari 4 kabupaten di wilayah Bandung dengan total kapasitas yang mendukung sekitar 21.600 siswa di seluruh Indonesia untuk program Sekolah Rakyat.
3. Apa saja fasilitas yang tersedia di sekolah ini? Fasilitas lengkap meliputi gedung sekolah, asrama siswa, rumah susun guru, kantin, dapur, gedung serbaguna, masjid, rumah ibadah, guest house, dan sarana olahraga.
4. Berapa nilai kontrak pembangunan sekolah ini? Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten merupakan bagian dari paket pembangunan di Jawa Barat dengan nilai kontrak sekitar Rp260 miliar.
