Latest Program: Pengembang Dukung Penataan Kemayoran untuk Memacu Investasi
Beritabaru1.com – Menjadi sorotan utama dalam upaya pengembangan kawasan Kemayoran, di mana perusahaan properti PT Oceania Development (PT OD) menyatakan dukungan terhadap penataan wilayah tersebut. Kehadiran Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro pada kunjungan kerja di 6 Juli 2026 memberi harapan bahwa program ini akan memberikan kemudahan bagi pengembang. Dalam sesi tinjauan di beberapa lokasi strategis, seperti Blok B2, B3, B7/8, dan Blok C7 serta C9, Wamensesneg menekankan pentingnya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah dan pengembang.
Pengembangan dan Tantangan Hukum
Penasihat hukum PT OD, Sulaisi Abdurrazaq, mengungkapkan bahwa meski perusahaan menghargai langkah penataan, beberapa hambatan masih mengganggu proses pengembangan. Ia menyoroti bahwa PT OD telah berupaya lama berkoordinasi dengan Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK), tetapi belum ada solusi yang memenuhi ekspektasi. Dalam surat yang dikirimkan sejak tahun 2024, termasuk melalui Menko Bidang Hukum, Imigrasi, dan Pemasyarakatan pada 9 Januari 2025, PT OD menegaskan kebutuhan akan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) sesuai aturan.
“Dukungan Latest Program menjadi alasan penting bagi PT OD untuk terus berkomitmen dalam proyek pengembangan. Namun, adanya ketidakjelasan dalam penyerahan lahan masih memperlambat perizinan,” kata Sulaisi dalam pernyataan terbaru.
Sulaisi menambahkan bahwa pengembangan lahan berjalan lancar selama tahun 2024, tetapi hambatan administratif mengakibatkan penundaan. Ia menekankan bahwa dua masalah utama, yakni penyerahan lahan dan akses ke lokasi, menjadi penghalang utama bagi investasi. “Latest Program harus menjadi acuan dalam menyelesaikan konflik ini, agar proses investasi tidak terganggu,” ujarnya.
Konflik Akses dan Keterlibatan Pihak Ketiga
Dalam beberapa bidang lahan, akses masih dibatasi oleh pihak ketiga. Contohnya, Blok C7, B2, dan B3 yang menjadi fokus PT OD belum terbuka sepenuhnya, sementara area depan Blok B2 dan B3 digunakan komersial oleh penyewa yang tidak terlibat dalam perjanjian awal. Sulaisi menegaskan bahwa PT OD sudah memperoleh hak atas lahan sejak 2011, tetapi belum mendapatkan bagian pendapatan dari aktivitas komersial yang berlangsung di sana.
“Latest Program juga diharapkan bisa mempercepat proses penguasaan lahan yang seharusnya diatur dalam perjanjian kerja sama,” tambah Sulaisi.
Sulaisi menyoroti bahwa PPKK tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga regulator yang harus lebih aktif. “Dengan penataan yang transparan, Latest Program bisa menjadi jembatan antara pengembang dan pemerintah untuk menyelesaikan kesepakatan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa hambatan berasal dari ketidakpuasan terhadap penyerahan lahan, bukan karena PT OD mengabaikan aset.
Potensi Dampak dan Langkah Selanjutnya
Kawasan Kemayoran, yang menjadi pusat perhatian karena pengembangan infrastruktur dan kawasan komersial, memiliki potensi besar jika diatur secara efektif. Sulaisi berharap Latest Program akan mempercepat penerapan kebijakan yang sesuai dengan perjanjian kerja sama. Ia juga menyarankan adanya evaluasi terhadap koordinasi antara PPKK dan PT OD, agar tidak ada kesalahpahaman yang menghambat proses.
“Dengan komitmen dari pihak pemerintah dalam Latest Program, kami yakin investasi di Kemayoran akan tumbuh lebih pesat,” kata Sulaisi.
Pengembang lain di kawasan tersebut juga menyatakan dukungan terhadap penataan. Menurut mereka, Latest Program dapat menjadi model untuk pengembangan kawasan lain di Jakarta. Sulaisi menekankan bahwa kesuksesan program ini bergantung pada kejelasan dan keberlanjutan kebijakan penataan, sehingga investor bisa memperoleh kepastian dalam berinvestasi.
Latest Program dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kawasan Kemayoran. Dengan menyelesaikan masalah akses dan hak lahan, kawasan ini bisa menjadi primadona bagi pengembangan properti dan kegiatan ekonomi. Sulaisi mengharapkan kunjungan kerja Wamensesneg menjadi awal dari penyelesaian masalah ini, sehingga proyek yang telah direncanakan bisa terealisasi secara optimal.

