Krisis BBM Sumut: Polda Sumut Terapkan Solusi Khusus Berdasarkan Hasil Meeting Results
Beritabaru1.com – Dalam menghadapi krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Sumatra Utara (Sumut), khususnya Kota Medan dan sekitarnya, Polda Sumut mengambil langkah nyata berdasarkan hasil meeting results rapat koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Dalam upaya memastikan alur distribusi BBM tetap lancar, polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga secara sementara mengambil peran sebagai sopir truk tangki. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan jumlah awak mobil tangki (AMT) yang memicu penurunan pasokan BBM di beberapa wilayah.
Tindakan Polisi Sebagai Pengemudi Truk Tangki
Karo Ops Polda Sumut, Kombes Dwi Tunggal Jaladri, menjelaskan bahwa meeting results menghasilkan rencana darurat yang melibatkan 10 personel Polri yang telah memiliki kualifikasi dan pelatihan khusus untuk mengemudi truk tangki. Keputusan ini diambil setelah evaluasi situasi yang menunjukkan adanya risiko gangguan distribusi energi yang berdampak pada kebutuhan masyarakat. “Dengan adanya polisi yang terlibat langsung dalam operasional distribusi BBM, kami berharap pasokan dapat tetap stabil hingga krisis berakhir,”
katanya, Kamis (16/7).
Personel yang ditugaskan dilatih untuk mengikuti standar operasional prosedur (SOP) keselamatan distribusi bahan bakar. Pelatihan ini bertujuan memastikan mereka mampu mengoperasikan kendaraan dengan efisiensi dan keamanan, terutama saat menempuh jarak yang jauh atau melewati kondisi jalan yang tidak terprediksi. Meeting results juga menetapkan jadwal rutin pemeriksaan ketersediaan BBM di sejumlah titik strategis, sehingga pengawasan bisa lebih terarah.
Penugasan Polisi untuk Keamanan dan Pengaturan Lalu Lintas
Selain mengoperasikan truk tangki, Polda Sumut juga mengirimkan 786 petugas untuk menjaga keamanan dan mengatur lalu lintas di 325 titik SPBU se-Sumut. Meeting results menekankan pentingnya pencegahan kemacetan akibat antrean kendaraan yang menggenang di jalan raya. “Pengawasan ini menjadi bagian dari solusi untuk meminimalkan hambatan distribusi selama krisis,”
ungkap Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.
Pasukan polisi ditemani secara ketat saat mengantar armada dari depo Pertamina ke SPBU di Medan dan daerah lain seperti Sidikalang. Tugas ini dilakukan untuk memastikan proses pengiriman BBM tidak terganggu oleh tindakan aksi borong atau gangguan lainnya. Meeting results juga menetapkan protokol komunikasi real-time antara polisi dan operator Pertamina, sehingga perubahan kondisi dapat segera direspon.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terburu-buru dalam membeli BBM. Ia menjelaskan bahwa stok bahan bakar di Sumut masih memadai, meski ada sedikit penurunan karena permasalahan internal Pertamina. “Hasil meeting results menunjukkan bahwa krisis ini bersifat sementara, dan solusi sedang dikerjakan secara bertahap,”
terangnya.
Dalam meeting results yang diadakan pada minggu pertama Juli 2025, Polda Sumut dan Pertamina sepakat menetapkan peningkatan kapasitas distribusi melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih luas. Antara lain, petugas polisi ditugaskan menggantikan pengemudi truk tangki yang sedang beristirahat, serta mengawasi keberangkatan armada dari depo. Meeting results juga menyoroti pentingnya sinergi antara institusi pemerintah dan perusahaan energi dalam menghadapi krisis keterbatasan pasokan.
Masyarakat diingatkan untuk tetap mematuhi aturan distribusi BBM yang diterapkan melalui meeting results tersebut. Dengan langkah-langkah ini, Polda Sumut berkomitmen untuk mengawasi proses distribusi hingga pasokan stabil kembali. “Kami yakin, dengan koordinasi yang baik, krisis BBM ini dapat segera teratasi,”
terang Kombes Jaladri.
