Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Opini
  3. Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita
Opini

Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita

Karen Smith - beritabaru1.com Reporter Rabu, 22 Juli 2026 pukul 06:06 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
cbd52261-0a48-4176-8189-182a93a27653-0
Foto : Karen Smith - beritabaru1.com
Foto : Karen Smith - beritabaru1.com

Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita Beritabaru1.com – Indonesia saat ini mengalami masa di mana ekspresi keagamaan terasa sangat hidup.

Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita

Beritabaru1.com – Indonesia saat ini mengalami masa di mana ekspresi keagamaan terasa sangat hidup. Simbol-simbol keislaman memenuhi ruang publik, ritual-ritual keagamaan semakin meriah, dan identitas keagamaan ditegaskan dalam berbagai dimensi kehidupan. Namun, di balik keramaian itu, terdapat sebuah ironi yang patut dicermati. Masyarakat yang tampak semakin religius justru dihadapkan pada berbagai masalah moral, mulai dari korupsi, ketidakadilan, hingga kriminalitas. Tidak sedikit pula tokoh agama yang terjerumus dalam kecintaan terhadap kekuasaan, harta, dan perilaku cabul. Kondisi ini mengindikasikan bahwa praktik keberagamaan kita masih bersifat dangkal.

Agama sering hadir sebagai simbol identitas yang dikenakan, namun belum menjadi nilai yang dihayati secara mendalam. Kata-kata keagamaan terdengar ramai, tetapi belum tercermin dalam tindakan nyata. Ketika agama belum melahirkan integritas, empati, dan moralitas, maka yang menguat bukanlah substansi agama itu sendiri. Tantangan utama kita sekarang adalah bagaimana membuat agama semakin bermakna dan melampaui sekadar formalitas belaka.

Religiositas Ekstrinsik dan Intrinsik

Gordon Allport menawarkan pembedaan penting antara religiositas ekstrinsik dan intrinsik sebagai dua orientasi dasar dalam pengalaman keberagamaan. Religiositas ekstrinsik merujuk pada bentuk keberagamaan yang bersifat instrumental. Dalam orientasi ini, agama diposisikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan lain, seperti status sosial, rasa aman psikologis, legitimasi politik, atau pengakuan dari kelompok tertentu. Agama dalam konteks ini bekerja sebagai alat yang fungsional, sehingga nilai-nilai transendennya rentan direduksi menjadi mekanisme pragmatis yang mengikuti kepentingan eksternal subjek.

Sebaliknya, religiositas intrinsik menunjukkan proses internalisasi agama secara menyeluruh dalam struktur kesadaran dan orientasi hidup individu. Agama menjadi prinsip yang mengarahkan seluruh cara berpikir, merasa, dan bertindak. Pembedaan ini membantu menjelaskan paradoks yang sering muncul dalam kehidupan sosial. Seseorang dapat terlihat sangat religius secara formal, tetapi perilaku sosialnya tidak mencerminkan nilai-nilai agama yang diklaimnya. Dalam situasi seperti itu, agama lebih berfungsi sebagai ‘baju’ ekstrinsik daripada sebagai kekuatan transformasi intrinsik. Keberagamaan menjadi tampak di permukaan, tetapi tidak cukup meresap ke dalam struktur kesadaran dan karakter sehari-hari.

Ultimate Concern dalam Perspektif Tillich

Dalam kerangka pemikiran Paul Tillich, hakikat agama tidak dapat direduksi semata pada ritual, institusi, ataupun sistem doktrinal. Agama menunjuk pada dimensi terdalam dari eksistensi manusia, yakni apa yang menjadi perhatian tertinggi (the ultimate concern) yang secara total mengikat orientasi hidup seseorang. Setiap manusia selalu digerakkan suatu pusat makna yang ia anggap paling menentukan, paling bernilai absolut, dan karena itu, layak diperjuangkan bahkan melampaui semua kepentingan lainnya.

Masalahnya bukan terletak pada ada atau tidaknya ultimate concern, melainkan pada apa yang mengisi posisi tersebut dalam struktur kesadaran kita. Apakah yang menempati posisi itu ialah nilai transenden yang membebaskan dan memanusiakan, atau justru sesuatu yang imanen tetapi dipertuhankan secara keliru sehingga membentuk orientasi hidup yang terdistorsi. Dalam kehidupan modern, posisi ultimate concern itu sering ditempati hal-hal yang bersifat duniawi seperti kekuasaan, uang, popularitas, jabatan, atau pencitraan diri. Ketika sesuatu yang terbatas diperlakukan sebagai tujuan tertinggi kehidupan, manusia sesungguhnya sedang membangun bentuk baru dari penyembahan ‘berhala’. Karena itu, bagi Tillich, agama yang autentik ialah ketika orientasi terdalam manusia tertuju kepada Yang Absolut dan dari sanalah seluruh tindakan memperoleh arah dan makna.

Tauhid dan Orientasi Eksistensial

Dalam Islam, persoalan paling mendasar bukan sekadar pengakuan verbal terhadap keberadaan Tuhan, melainkan apakah Tuhan benar-benar menjadi pusat orientasi hidup manusia. Makna terdalam tauhid berupa revolusi kesadaran yang menempatkan Allah sebagai pusat makna, nilai, dan tujuan kehidupan. Tauhid terkait dengan persoalan orientasi eksistensial. Mereka yang bertauhid meyakini hanya Tuhan sebagai satu-satunya pencipta, sementara selain Tuhan ialah hasil ciptaan-Nya.

Manusia tidak berhak merendahkan sesama makhluk karena semua setara di hadapan Tuhan, tidak boleh ada eksploitasi dan kezaliman. Manusia bertauhid tidak akan berlagak rendah diri atau tinggi hati. Mereka menyadari tugas dan peran mereka di dunia sebagai hamba Tuhan dan khalifah yang memakmurkan bumi. Pemahaman tauhid yang demikian mendalam menemukan artikulasi praksis dalam pembacaan Kiai Dahlan terhadap surah Al-Ma’un. Berbeda dari pemahaman yang membatasi surah tersebut sebagai anjuran untuk berderma kepada fakir miskin, Kiai Dahlan melihat makna yang lebih luas. Surah ini mengajarkan agar kita tidak hanya peduli pada kebutuhan material orang lain, tetapi juga memastikan bahwa ibadah kita tidak terputus oleh kepentingan duniawi. Ibadah yang sejati adalah yang tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi maupun sosial.

Related SEO Topics

  • Home
  • Artikel terkait Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita
  • Bandingkan Perang Iran dan Konflik Lampau, Trump Soroti Angka Kematian Prajurit AS
  • Sekolah Nasional Terintegrasi: Dari Pemerataan Menuju Keunggulan
  • Politikus Inggris Ann Widdecombe Dipukul Palu 21 Kali di Rumahnya, Pelaku Didakwa Pembunuhan
  • Tom Bischof Warisi Nomor Punggung 8 Leon Goretzka di Bayern Muenchen

Frequently Asked Questions

Apa itu Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita?

Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita penting?

Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Kiai Dahlan dan Wajah Keberagamaan Kita ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Bagikan:

Berita Terkait

fde0e26b-9510-49a2-ac43-1e3257ebabeb-0

Menebas Gurita Patronase: Mengapa Korupsi Indonesia Gagal Diberantas

27 Jul 2026
1784744247_30de7800444454bf27f1

Masih Perlukah Novelty di Kampus?

23 Jul 2026
1784744570_3df14cb425b4ff607da6

Catatan Hari Anak Nasional: Membangun Resiliensi Digital Anak

23 Jul 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

0bbcbfd2-9ea7-4ce4-8b2e-22d8070be720-0

Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman

1 jam yang lalu
9a7cba22-e69e-4c64-ad89-563ed42c2180-0

Perkuat Kerja Sama Program Strategis dalam Pengelolaan Zakat, Pendidikan, hingga Layanan Sosial Kemanusiaan

1 jam yang lalu
69bf6d6b-c264-43da-98c0-e6d75348cfa8-0

Kapal Evakuasi Dikerahkan untuk Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar

1 jam yang lalu
c80c8814-0d90-4730-9d00-9d2454df5536-0

Masjid Berpotensi Jadi Penggerak Transisi Energi Bersih melalui Wakaf Hijau

1 jam yang lalu
92952c96-d344-4970-961c-4ac81d8d5d78-0

Dinkes Mimika Perluas Skrining HIV-AIDS dan Akses Obat ARV

2 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (466)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (268)
  • Humaniora (824)
  • Internasional (429)
  • Jabar (81)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (168)
  • Nusantara (568)
  • Olahraga (193)
  • Opini (73)
  • Otomotif (29)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (252)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (484)
  • Teknologi (240)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Kemenhub Pastikan Evakuasi Penumpang KM Mutiara Sentosa II Berjalan Aman
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.